Fakir lagi dermawan, lha ini baru istimewa
Ungkapan ini membuat kita geli. Namun kalau kita kaji secara mendalam, ternyata sangat enteng. Betapa tidak. Kalau kita terlahir menjadi orang kaya, mungkin bersikap dermawan itu hal yang mudah, namun kalau kita fakir alias miskin, bagaimana kita akan dermawan? Apapun yang ada pada diri kita, baik yang terjadi sekarang, besok, kemarin maupun yang akan datang, yakinkan bahwa itu adalah ketentuan Allah yang paling sempurna buat kita.Masih ingat dengan postingan sebelumnya. Sengaja judul ini saya ambil dari penggalan kalimatnya. "Orang kaya dermawan, itu sudah sewajarnya, namun kalau ia fakir lagi dermawan, lha ini baru istimewa."Keistimewaan ini juga diungkapkan oleh Ustadz Mansyur. Kalau kita ingin mendapat rezeki 1.000.000,- maka kasarannya kita harus berinves 10% = 100.000,-. Itu semua telah tertuang di dalam AL-Quran, dan janji Allah tidak akan diingkari. (maaf saya tidak akan membahas p x l masalah ini).
Sebanding dengan ungkapan: Kalau kita akan memancing tongkol, maka umpannya cukup cacing atau udang kecil, namun kalau kita akan memancing hiu, maka umpannya juga gak cukup dengan cacing, melainkan harus yang lebih besar seperti tongkol itu sendiri.
Kembali ke masalah kedermawanan. Bagaimana kita akan menjadi kaya dan dermawan (yang diuji dengan melimpah harta dan mampu memberi barokah kepada orang disekelilingnya), sementara kita tidak belajar dermawan dari kecil (saat kita fakir). Seperti komentar poo "bahwa pingin kaya dan dermawan" Maka dari sekarang ya.. harus dermawan dulu. Harta yang kita dermakan akan berdoa:
SEDEKAH
Durratun Nashihin
Harta sedekah dan barang sedekah apabila sudah keluar dari tangan pemiliknya, ia akan berkata-kata:
Dulu aku kecil, kini engkau besarkan
Dulu engkau pelindungku, kini aku pelindungmu
Dulu aku musuh, kini engkau mencintaiku
Dulu aku fana, kini engkau mengekalkan aku
Dulu aku sedikit, kini engkau melipatgandakan aku
Durratun Nashihin
Harta sedekah dan barang sedekah apabila sudah keluar dari tangan pemiliknya, ia akan berkata-kata:
Dulu aku kecil, kini engkau besarkan
Dulu engkau pelindungku, kini aku pelindungmu
Dulu aku musuh, kini engkau mencintaiku
Dulu aku fana, kini engkau mengekalkan aku
Dulu aku sedikit, kini engkau melipatgandakan aku
Dari sinilah awal segalanya. Walaupun kita belum seberuntung (kaya), saya secara pribadi mengajak untuk dermawan, terutama kepada yatim dan duafa! Itu bagian dari umat seperti kita, tanggung jawab kita. Semoga niatan kita diridhoi oleh Allah, Tuhan Yang Maha Esa. Amin


